Ponpesma Unisla
Artikel

Ruwet Sejak Dulu, Secuil Kisah Kaum Yahudi Madinah

sumber:merdeka.com
Share & Like Post ini :


Saat Rasulullah hijrah ke Kota Yatsrib yang kemudian namanya diubah menjadi Madinah al-Munawarah (kota bercayahaya), disana terdapat beberapa kelompok yang sudah menghuni, diantaranya adalah kaum Yahudi. Dahulu semasa mendapat tekanan dari bangsa Asyur dan Romawi, mereka berpihak kepada orang-orang Hijaz, walaupun sebenarnya mereka adalah orang-orang Ibrani. Namun setelah bergabung dengan orang-orang Hijaz, mereka hidup ala Arab, berbahasa Arab dan mengenakan pakaian Arab pada umumnya, sehingga nama kabilah dan nama-nama mereka juga menggunakan nama Arab, serta mereka pun kawin dengan orang-orang Arab.

Sekalipun begitu mereka tetap menjaga fanatisme bangsa mereka sebagai orang-orang Yahudi dan tidak menyatu dengan bangsa Arab secara total.

Bahkan mereka masih membanggakan diri sebagai bangsa Israel (Yahudi) dan masih melecehkan bangsa Arab, dengan menyebut bangsa Arab sebagai orang-orang Ummiyin, alias orang-orang jalang dan buas, buta huruf, hina dan terbelakang. Dalam pandangan mereka, harta bangsa Arab boleh mereka ambil semaunya,

sebagaimana firman Allah,

قَالُوْا لَيْسَ عَلَيْنَا فِى الْاُمِّيّٖنَ

“mereka berkata, ‘tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang yang ummi.” (Ali-Imroan: 75)

Mereka tidak terlalu berhasrat untuk menyebarluaskan agamanya, karena materi agama mereka tidak lebih dari ramalan nasib, sihir, mantera-mantera, hembusan pada buhul dan yang serupa dengan ini. Oleh karena itu mereka membual sebagai orang-orang yang memiliki ilmu, keutamaan, kelebihan dan kepeloporan dalam kehidupan spiritual.

Mereka pintar mencari berbagai sumber penghidupan dan mata pencaharian. Perputaran bisnis biji-bijian, korma, khamr, dan kain ada di tangan mereka. Mereka mengimpor kain, biji-bijian, dan khamr, serta mengkspor korma. Selain itu pun masih banyak pekerjaan yang mereka tekuni. Mereka mengambil keuntungan sekalian lipat dari orang-orang Arab secara keseluruhan dan menerapkan riba. Mereka biasa memberi pinjaman uang kepada para pemimpin dan pemuka Arab, agar para pemimpin itu memberikan pujian kepada mereka lewar syair-syair, hingga mereka menjadi tersyohor di masyarakat karena mengucurkan dana sekian banyak. Setelah itu mereka mengambil tanah dan kebun para pemimpin itu sebagai jaminan, dan beberapa tahun kemudian tanah-tanah itu menjadi milik mereka jika hutang tidak terlunasi.

Mereka juga dikenal sebagai orang-orang yang suka menyebarluaskan isu dan kerusakan, angkuh, bersekongkol, memicu peperangan dan permusuhan di antara berbagai kabilah yang berdekatan dengan mereka, mengadu domba dianta mereka dengan cara-cara yang licik dan terselubung, tanpa disadari sedikitpun oleh kabilah-kabilah itu, sehingga kabilah yang satu dengan yang lain terus menerus dilanda peperangan. Jika bara peperangan itu mulai padam, mereka meniup-niupnya lagi, lalu menonton peperangan yang berkecamuk di antara sesama bangsa Arab sambil duduk dengan tenang. Karena orang-orang Yahudi itu menerapkan bunga yang tinggi atas pinjaman yang diberikan, maka orang-orang Arab tidak sanggup lagi melanjutkan peperangan karena kesulitan dana. Dengan cara ini orang-orang Yahudi bisa meraup dua keuntungan sekaligus, dapat menjaga eksistensi mereka, menerapkan pasar riba untuk mengambil keuntungan sekian lipat, dengan begitu mereka bisa menumpuk kekayaan yang melimpah.

Di Madinah mereka mempunyai tiga kabilah yang terkenal, yaitu:

  1. Bani Qainuqa. Dulunya mereka adalah sekutu suku Khazraj dan perkampungan mereka berada di Madinah
  2. Bani Nadhir.
  3. Bani Quraizhah. Dulunya mereka merupakan sekutu Aus bersama dengan Bani Nadhir, yang menetap di pinggir Madinah

Tiga kabilah inilah yang membangkitkan peperangan antara Aus dan Khazraj sejak jauh-jauh waktu. Mereka juga mempunyai andil dalam peperangan Bu’ats, karena masing-masing berkomplot dengan sukutunya.

(selengkapnya bisa dibaca di kitab Ar-Rahiqul Makhtum karya Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri)



Share & Like Post ini :
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *