KAJIAN PERDANA : MAHASANTRI REGULER PUTRI DISKUSIKAN INI

SuaraPonpesma –Lamongan, “Peran wanita dalam pembangunan Negara”, itulah tema yang diusung para mahasantri dalam kajian perdananya Jum’at (23/02) lalu.

Dalam pembahasannya, seperti yang dikutip dalam makalah mahasantri dijelaskan, bahwa wanita adalah tiang negara, jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula negaranya.

“Lantas, seberapa besar peran wanita bagi sebuah Negara?” Tanya salah satu mahasantri

Rosi, narasumber menjelaskan, dari seorang wanitalah akan lahir pemimpin-pemimpin yang akan mengatur tatanan suatu Negara. Logikanya, lanjut narasumber, wanita yang baik pasti akan mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang baik pula dan tidak akan membiarkan anaknya tumbuh menjadi generasi perusak. “Jadi, dari sini kita mengetahui bahwa Negara merupakan taruhan seorang wanita, baik atau buruknya suatu Negara tersebut dilihat dari kaum wanitanya, apakah mereka mendidik anak-anaknya menjadi lebih baik ataupun sebaliknya”. Jelas mahasantri prodi Manajemen ini.

Ustadzah Yuni, pendamping dalam kajian itu menambahkan, madrasah pertama bagi anak-anak adalah ibu (wanita), “karena seorang ibu merupakan sosok strategis mendidik anaknya yang kelak menjadi pemimpin bangsa ini ”. Ucap ustdzah asal kecamatan Duduk Sampeyan, Gresik ini.

Usai kajian, penulis mengonfirmasi ustadzah alumni PP. Mamba’us Sholihin itu, ia menyampaikan bahwa kajian ini adalah realisasi program dari direktur Ponpesma sendiri, yang sejak lama sudah dicanangkan oleh beliau.

Yuni melanjutkan, kajian tersebut di gelar setiap dua pekan sekali, yakni pada hari Jum’at malam pukul 20.00 wib. “Kajian ini yang perdan loh pak,,, barangkali dari jenengan ada usulan mengenai tema kajian, biar kita jadikan bahan pertimbangan untuk dikaji”. Katanya

Diakhir perbincangan, dia berharap dari kajian ini dapat menjadikan tambahan wawasan keilmuan bagi mahasantri serta dari kajian ini pula dapat melatih nalar kritis mahasantri.

“Ya, mohon doanya lah pak, semoga kajian ini dapat istiqomah”, Tutup Yuni. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *