DIREKTUR PONPESMA ADAKAN RAPAT EVALUASI PROSES KBM

SuaraPonpesma-Lamongan, Untuk meningkatkan mutu pembelajaran dalam perkuliahan smart diniyah, direktur Pondok Pesantren Mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Ponpesma Unisla) adakan rapat evaluasi dan perbaikan proses belajar-mengajar bersama punggawa madin (ustadz/ah). Rapat yang dimulai pukul 20.00 wib itu berlangsung di aula Ponpesma dan dihadiri 16 ustadz/ah madin.

Menurut pimpinan rapat, Achmad Fageh. Evaluasi tersebut merupakan bagian terpenting dari pelaksanaan belajar-mengajar. “karena kita akan mengetahui hal mana saja yang menjadi kendala selama ini” Ujarnya (Selasa: 06/02/2018) lalu.

Sederet pembahasan yang dibincangkan dalam rapat evaluasi tersebut, seperti : presensi kehadiran mahasiswa, tugas mata kuliah, penilaian akhir ujian, presensi kehadiran ustadz/ah dan revisi redaksi materi dalam modul.

Kehadiran mahasantri program non reguler (khususnya mahasantri putra) yang menjadi perhatian khusus oleh para ustadz. karena tidak sedikit mahasantri yang berbenturan dengan jadwal kerjanya dengan perkuliahan diniyah. Sehingga banyak mahasantri yang terkena program tambahan tatap muka perkuliahan (matrikulasi).

Menyikapi hal tersebut, pimpinan rapat mengutarakan satu solusi yang dianggap jitu. yakni, mahasantri yang berbenturan dengan hari efektif perkuliahan dapat diberikan bimbingan khusus oleh musyrif/ah dengan menjadwal diniyah dilain hari efektif perkuliahan. “ini ada kasus yang serupa, seperti mahasantri non reguler putri yang dibimbing langsung oleh musyrifah pada hari Rabu dan Kamis pagi” cetus pria yang aktif di jam’iyah sholawat Muhammad itu.

Beliau melanjutkan, tugas mata kuliah dan penilaian akhir ujian selama ini masih manual, yakni berbentuk soft file dan hard file, rencananya kedepan akan diprogramkan dengan sistem aplikasi akademik online dan setiap ustadz/ah harus memiliki akun program tersebut. “program ini masih kita garap aplikasinya” ungkap beliau disela-sela dinginnya malam yang menyapa.

Acara yang terus ganyeng itu, tiba-tiba datang TU Ponpesma, Mbak. Finta (Panggilan Akrabnya) menghampiri sembari membawa seceret kopi hangat untuk mencairkan kebekuan susasana.

Moderator rapat, Zainul Asyhari, menambahkan. Kehadiran ustadz/ah madin selama ini masih terbilang aktif dan tidak ada kelas yang kosong jika ada ustadz/ah yang ijin tidak masuk.

Pasalnya, kita carikan badal untuk menggantikan ustadz/ah jika ijin”. Ujarnya sambil menyeruput segelas kopi.

Pembahasanpun berlanjut mengenai redaksi materi modul, salah satu ustadz madin, Dwi Aprilianto menyampaikan gagasannya. Menurut dia ada sejumlah bab dalam materi Akhlaq Spiritual yang redaksi dan isinya tidak seimbang dengan durasi waktu, sehingga tidak cukup disampaikan dalam satu pertemuan saja. “Sepertinya perlu dievaluasi dan revisi”. Celetuknya.

Pria yang sekaligus dosen Ekonomi Syraiah itu mengusulkan, selain evaluasi redaksi materi, penggantian mata kuliah Nahwu-shorof juga dicuatkan. Menurutnya, mata kuliah seperti Mukhtarul Hadits atau lainnya lebih tepat untuk dipelajari mahasiswa.

“Kita akan revisi konten materinya yang disesuaikan dengan durasi waktu tatap muka, meski tidak menghilangkan isi dan makna penjelasannya”. Jawab pimpinan rapat.

Acara rapat tersebut ditutup dengan pengumpulan target capaian pembelajaran oleh ustadz/ah pengampuh mata kuliah kepeda direktur, “capaian pembeleajaran ini akan jadi bahan pertimbangan untuk revisi total atau penggantian mata kuliah”. Tandas direktur

“Kita ketemu lagi minggu depan dalam agenda revisi redaksi materi modul”. Tutup pimpinan rapat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *