INILAH PESAN YANG DISAMPAIKAN OLEH DIREKTUR PADA ACARA PEMBUKAAN ORIENTASI KEAGAMAAN TERPADU DAN MALAM TA’ARUF

SuaraPonpesma,-Lamongan, Seluruh mahasantri hendaknya harus menjadi manusia yang memiliki sifat Ulin Nuha, Ulil Abshor dan Ulil Albab. Ketiganya termaktub dalam Al-Qur’an dan merupakan hal penting yang harus dimiliki mahasantri dalam prosesnya belajar di Pesantren. Demikian pesan disampaikan Direktur Pondok Pesantren Mahasiswa (Ponpesma), Achmad Fageh saat memberikan sambutan pada acara pembukaan orientasi keagamaan terpadu & malam t’aruf mahasantri reguler gelombang II semester IV putri, Senin (29/01/2018).

Pertama adalah sifat Ulin Nuha, yakni manusia yang memiliki kecerdasan akal atau kecerdasan berfikir ”. Ulin Nuha itu maksudnya orang yang memiliki kemampuan dalam hal tingginya daya fikir, cerdas dan intelektual”. Kata direktur

Sedangkan sifat Ulil Abshor, lanjut beliau, yakni manusia yang mempunyai mata hati dan berwawasan luas. “jadi mahasantri itu harus memiliki penglihatan, artinya yang mampu memfungsikan penglihatan untuk menambah keimanannya kepada Allah”. jelasnya

Terakhir adalah Ulil Albab, secara sederhana sering diartikan sebagai orang yang berakal atau orang yang berfikir.

Beliau menyimpulkan, hakekat Ulil Albab adalah orang yang menggunakan akalnya untuk mengenal siapakah Allah, bagaimana keagungan-Nya, bagaimana kebijaksanaan-Nya, keadilan-Nya, dengan melihat ayat-ayat Allah. Baik ayat kauniyah (ciptaan-Nya) maupun ayat syar’iyah (hukum Allah). Sehingga manusia akan semakin tunduk dan taat kepada Allah.

Sementara orang yang menggunakan logikanya untuk mengakali syariat, yang justru membuat dia semakin jauh dari aturan, semakin bebas, mereka bukan Ulul Albab. Karena ada yang cacat pada logikanya.

“Jadi, mahasantri itu harus memiliki ketiga sifat tersebut, agar menjadi manusia yang seutuhnya, manusia yang sempurna ilmu dan akhlaqnya,” tandas direktur.

Diakhir sambutannya, direktur secara resmi membuka acara orientasi keagamaan terpadu dan malam ta’aruf yang didampingi oleh para musyrifah pembimbing.

Acara yang diikuti sedikitnya 96 mahasantri tersebut dilanjutkan dengan acara ta’aruf dan ice breaking. (Az)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *